Selasa, 09 Juli 2013

CARA MEMBUAT KOLAM IKAN


CARA MEMBUAT KOLAM IKAN

Salah satu faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan dalam kolam adalah konstruksi kolam ikan itu sendiri. Di Thailand, sebagai negara yang sektor perikanannya maju, keberhasilan budidaya ikan dalam kolam tidak lain karena konstruksi pembuatan kolam dibuat menurut kaidah yang benar.

BAHAN DAN ALAT PEMBUATAN KOLAM IKAN

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kolam tanah (non-permanen) dapat dicukupi dari sekitar lahan yang akan dibangun. Sedangkan untuk membuat kolam permanen (kolam semen) dibutuhkan bahan-bahan lain yang terdiri dan semen atau PC (portland cement), pasir, batu, kapur, dan sebagainya.

Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan kedua kolam tersebut tidak banyak berbeda, kecuali alat-alat yang biasa digunakan oleh tukang batu, misalnya cetok, penggosok dinding (lepan), dan sebagainya untuk kolam permanen.

1. BAHAN PEMBUATAN KOLAM IKAN

  1. Semen (PC), pasir, batu kali, dan kapur sebagai bahan campuran material pembuatan kolam permanen. Penggunaan kapur untuk membuat kolam permanen akan mengurangi kekuatannya, tetapi diperlukan untuk mempercepat tumbuhnya lumut pada dinding kolam yang merupakan faktor penting untuk pemeliharaan ikan.
  2. Anyaman kawat atau bambu untuk saringan air.
  3. Pipa PVC atau bambu untuk pintu pengeluaran dan pintu pemasukan air.
  4. Papan kayu untuk pintu air model monik.
  5. Bilah bambu untuk tiang pancang (patok) benang pemandu, pembatas bentuk, dan ukuran setiap bagian kolam.
  6. Benang sebagai pemandu ukuran dan bentuk bagian-bagian kolam.
  7. Pensil dan alat tulis lain untuk membuat gambar sket, dan mencatat ukuran-ukuran serta ketentuan lain yang diperlukan.

2. ALAT PEMBUATAN KOLAM IKAN

  1. Cangkul, untuk menggali, melumatkan dan mencampur tanah atau material (berupa campuran semen, pasir dan sebagainya), menanggul dan menembok.
  2. Selang plastik, untuk mengetahui kemiringan kolam dan bagian-bagian lain. Alat ini setelah diisi air digunakan sebagai pengatur letak patok dan posisi benang sehingga ukuran setiap bagian kolam serasi atau sama.
  3. Linggis, untuk menggali tanah padas yang keras.
  4. Palu untuk menancapkan patok.
  5. Cetok untuk menembok dan memoles adonan material kolam permanen.
  6. Penggosok (lepan), untuk memoles lapisan semen dan kapur.
  7. Saringan pasir dari anyaman bambu atau kawat yang dilengkapi dengan bingkai dan penyangga untuk menyaring pasir.
  8. Meteran atau teodolith, untuk mengukur.

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN KOLAM

Luas lahan yang akan dibuat kolam harus diukur terlebih dahulu. Kemiringan lahan juga harus diukur, kemudian menentukan batas kolam yang akan dibuat.

Kolam ikan dapat dibuat dengan 2 cara, yaitu menggali tanah dan membuat tanggul. Kedua cara pembuatan kolam ini hanya dibedakan oleh urutan kerjanya. Secara garis besar, pembuatan kolam meliputi pengamatan letak lahan, pembuatan skema (gambar) konstruksi, pengerjaan penggalian atau penanggulan (membangun tanggul/pematang), serta pemasangan dan pembuatan bagian-bagian perlengkapan kolam seperti pintu air, caren, saringan, dll.

1. PENGAMATAN LETAK LAHAN KOLAM

Pekerjaan pokok pengamatan letak lahan kolam adalah mengetahui luas dan jenis tanah serta keadaan lingkungan sekitarnya, yaitu letak sumber air dan posisi saluran pembuangan. Kepastian ukuran luas lahan dapat menggunakan meteran biasa atau menggunakan alat bantu lain, misalnya teodolith. Untuk menentukan jenis tanah secara praktis, ambillah sebagian tanah lapisan atas (top soil) dan tanah lapisan bawah, kemudian masing-masing dilumatkan dalam air. Setelah lembek, ambil dalam genggaman tangan dan tekan sekuatnya. Jenis tanah liat dan gembur akan meninggalkan sedikit sisa pasir yang melekat di telapak tangan. Sedangkan tanah berpasir akan meninggalkan gumpalan pasir cukup banyak. Tanah yang baik untuk kolam ikan adalah tanah liat berpasir.

Untuk mempermudah pembuatan konstruksi, keadaan lingkungan lahan calon lokasi kolam sebaiknya digambar dalam bentuk sketsa. Dalam sketsa ini dijelaskan letak sumber air, kemiringan lahan, dan macam tumbuhan atau batuan yang ada. Kemiringan lahan diukur dengan selang plastik yang diisi air. Pengukuran ini dilakukan oleh 2 orang. Seorang memegang ujung selang yang satu, sementara lainnya memegang ujung yang lain. Rentangkan selang dan masing-masing ketinggian air pada kedua sisi diukur dari batas permukaan tanah. Selisih antara ujung yang satu dengan ujung lainnya adalah besarnya kemiringan lahan. Ulangi lagi pengukuran di tempat berbeda. Hasil akhir dari pengukuran ini adalah kemiringan rata-rata yang diperoleh dengan membagi hasil pengukuran di masing-masing tempat.

Macam tumbuhan dan batuan yang teramati akan berguna sebagai informasi pelengkap untuk memutuskan apakah tumbuhan yang ada akan ditebang atau dibiarkan hidup, apakah batu-batu yang ada akan dipecah atau disingkirkan dan dimanfaatkan sebagai penguat pematang. Informasi lain yang perlu dicatat adalah kondisi sumber air, termasuk macamnya, misalnya sungai, parit, mata air atau saluran irigasi yang diperlukan untuk menentukan letak pintu pemasukan dan pembuangan air.

2. PEMBUATAN GAMBAR SKEMA KONSTRUKSI KOLAM IKAN

Setelah pengamatan lokasi selesai, buatlah gambar (skema) konstruksi kolam menurut ukuran dan luas lahan yang tersedia. Gambar setiap bagian kolam harus jelas letaknya dan ukurannya. Selain dibuat gambar konstruksi lengkap, juga dibuat gambar konstruksi setiap bagian, termasuk letak semua perlengkapan kolam. Di bawah ini adalah salah satu contoh gambar skema konstruksi yang harus dibuat untuk membuat kolam ikan.

kolam ikan

PEMBUATAN GAMBAR KONSTRUKSI PINTU AIR KOLAM IKAN, MELIPUTI:

  1. Pintu pemasukan air.
  2. Pintu pembuangan atau pengeluaran air dari pipa PVC atau bambu. 

    kolam ikan
  3. Pintu pembuangan atau pengeluaran air model monik.

    kolam ikan
  4. Pintu pembuangan air dari bambu atau pipa PVC siku atau model “L”. 

    kolam ikan

3. MEMBANGUN PEMATANG ATAU TANGGUL KOLAM IKAN

Pekerjaan utama pembuatan kolam ikan adalah membangun pematang atau tanggul. Tanggul kolam tidak boleh dibuat sembarangan, sebab keamanan ikan yang dipelihara tergantung pada kekuatan tanggul dalam menahan tekanan air. Jika tanggul bocor, apalagi sampai ambrol, maka seluruh isi kolam akan tumpah keluar, termasuk ikan-ikan yang dipelihara.

Tanggul kolam dapat dibuat permanen menggunakan semen. Tanggul ini kuat, tetapi memerlukan biaya cukup besar. Tanggul juga dapat dibuat dari tanah galian yang dipadatkan, tetapi mudah bocor karena dibobol oleh perusak tanggul, misal kepiting, tikus, dll. Tanggul dari tanah bisa dibuat padat dan kuat asalkan tanah yang digunakan sesuai dan proses pelumatan serta penimbunannya dikerjakan secara sempurna..

Kekuatan tanggul berkaitan dengan jenis tanah yang digunakan dan besar-kecilnya ukuran. Semakin besar ukuran tanggul, semakin kuat pula ketahanannya. Tetapi tanggul yang terlalu besar akan membutuhkan lahan yang luas sehingga mengurangi efektivitas penggunaan lahan. Untuk itu, ukuran tanggul harus dibuat sesuai dengan bentuk dan berdasarkan jenis tanah serta luas kolamnya 

Membuat tanggul kolam memerlukan keterampilan khusus. Sebelum mengawali pekerjaan lihatlah gambar konstruksi yang telah dibuat untuk menentukan bagian tanah mana yang harus digali dan di mana tanah galiannya harus ditimbun sebagai tanggul, bagian mana yang harus ditimbun dan dari mana tanah diambilkan. Berapa kedalaman tanah harus digali dan berapa tinggi dan lebar tanggul harus ditimbun. Untuk lebih jelasnya, ikuti beberapa contoh pembuatan tanggul kolam ikan berikut ini.

A. PEMBUATAN TANGGUL KOLAM IKAN PADA LAHAN MIRING

Pada contoh ini, cukup dibuat tanggul pada salah satu sisi kolam. Tanggul ini dibuat dari timbunan tanah yang berasal dan sisi calon kolam ikan atau lahan yang lebih tinggi.

B. PEMBUATAN TANGGUL KOLAM IKAN PADA LAHAN AGAK MIRING

Pada contoh ini, tanggul dibangun dengan lapisan tanah permukaan dengan cara penimbunan dari setiap sisi lahan. Sisi lahan yang lebih rendah memperoleh timbunan tanah lebih banyak dibanding sisi lahan yang lebih tinggi. Misalnya, dua bagian dari tanah yang akan dijadikan kolam diangkat dan diletakkan pada sisi lahan yang lebih rendah, sedangkan satu bagiannya diangkat dan diletakkan pada sisi lahan yang lebih tinggi.

C. PEMBUATAN TANGGUL KOLAM IKAN PADA LAHAN DATAR

Pada contoh ini, tanggul dibangun dan penimbunan tanah pada masing-masing sisi. Pembagian tanah timbunan pada masing-masing sisi kira-kira sama.

MEMBUAT SUMBATAN PADA PEMBUATAN KOLAM IKAN

Agar tanggul tanah lebih kuat, maka pada waktu pembuatannya perlu dicampurkan atau disumbatkan tanah liat berpasir yang telah dilumatkan. Penyumbatan dilakukan bersamaan dengan waktu membuat tanggul atau setelah tanggul selesai dibangun. Pembuatan sumbatan dilakukan secara berselang-seling. Sebelum tempat (lokasi) tanggul ditimbuni tanah, terlebih dahulu digali sedalam 0,25 m. Lebar galian ini, disesuaikan dengan lebar tanggul yang dibangun di atasnya. Pada galian ini masukkan lumatan (jawa = jledrogan) tanah liat berpasir setinggi 50 cm dari permukaan dasar galian. Di atas timbunan, tambahkan lumatan tanah liat berpasir di bagian tengahnya sekitar sepertiga bagian dari rencana tebal atau lebar tanggul. Tinggi sumbatan kira-kira sebatas permukaan air kolam yang direncanakan.

Penyumbatan tanggul dapat dilakukan secara bertahap. Selesai penyumbatan dasar setinggi 50 cm biarkan beberapa lama agar tanahnya mengering dan mengeras. Apabila telah mengering, sumbatkan lagi tanah liat berpasir di atasnya setinggi 25 cm dan lebar sepertiga bagian dari lebar tanggul. Selesai menimbun sumbatan tanggul, lakukan penimbunan tanah di kedua sisinya setinggi 25 cm pula dan lebarnya sesuai dengan tebal tanggul. Demikian seterusnya sehingga lapisan tanah yang terbuat seperti tampak dalam 

kolam ikan

kolam ikan

Tanggul kolam dapat diperkuat dengan pasangan batu kali atau batu bata yang dipasang dengan campuran semen dan pasir. Penguat ini biasanya dipasang pada sisi dalam tanggul yang langsung menahan tekanan dan erosi air kolam. Tanggul yang diperkuat dengan pasangan batu kali atau batu bata tidak perlu disumbat dengan tanah liat berpasir. Setelah tanggul selesai dibangun, penguat dapat segera dipasang tanpa harus menunggu hingga tanggul tanah mengering dan kuat. Tanggul kolam yang diperkuat dengan pasangan batu atau batu bata, tidak perlu harus dibuat menurut aturan pembuatan tanggul seperti dijelaskan di atas. Sebab, pasangan batu atau batu bata cukup kokoh.

Tanggul tidak harus lebar di bagian bawah. Tebal atau lebar tanggul penguat tergantung pada komposisi campuran semen (PC) dan komponen lain. Semakin banyak semen PC yang digunakan semakin kuat, akan tetapi biayanya cukup besar. Patokan komposisi campuran material untuk membuat penguat tanggul dengan luas kolam 1000 m2 dapat dilihat pada 

Dalam pembuatan penguat ini, dasar penguat tanggul dipasang 20 cm di bawah permukaan dasar kolam.

Untuk penguat yang menggunakan batu atau pecahan batu, permukaan yang halus diatur sedemikian rupa sehingga dinding bagian dalam yang tidak tertimbun tanah tampak rata. Selain agar dinding kolam tampak rapi, juga akan mempermudah pengelolaan kolam ikan.

Memasang batu harus mempertimbangkan susunan yang saling memperkuat posisi tiap-tiap batu. Batu yang satu harus berseberangan dengan batu lainnya, sehingga susunannya tidal sejajar ke atas ataupun ke samping.

Jika batu sulit diperoleh dapat diganti dengan batu bata, dengan risiko kolam agak rembes. Untuk mengatasinya dapat menggunakan campuran semen dan pasir dengan perbandingan misalnya semen = 1 dan pasir = 5. Pemasangannya sama seperti pada susunan penguat batu, sehingga dari depan atau samping satu sama lain tampak saling bertautan. Posisi batu bata demikian memiliki kekuatan merata pada permukaan dinding setelah kolam diisi air.

Kolam yang suplai airnya terbatas, tanggul sebaiknya diperkuat dengan pasangan batu. Untuk memperkecil perembesan, selain campuran semennya diperbanyak, sisi dalam dinding penguat dapat diplester.

4. PEMBUATAN DAN PEMASANGAN PERLENGKAPAN KOLAM IKAN

Pembuatan dan pemasangan perlengkapan kolam ikan dilakukan bersamaan dengan pembuatan tanggul. Pembuatan pintu air, yang merupakan kesatuan dari tanggul kolam, dapat dikerjakan sebelum tanggul kolam selesai dibangun. Pembuatan pintu air kolam ikan ini dapat pula dikerjakan bersamaan atau sesudah pembuatan tanggul selesai. Tetapi agar lebih jelas dan terinci, sengaja akan diuraikan secara terpisah.

Kolam ikan perlu diberi pintu-pintu air untuk mempermudah pengelolaan air kolam. Pintu air ada 2 macam, yaitu pintu pemasukan dan pintu pengeluaran (pembuangan). Masing-masing berfungsi sebagai pengatur air yang masuk dan air yang keluar. Tanggul kolam ikan yang tidak diperkuat dengan pasangan batu atau batu bata sebaiknya dipasang pintu air yang terbuat dan pipa PVC atau potongan bambu. Pemasangan pintu pemasukan pada tanggul ini cukup dengan membenamkan bagian tengah pipa PVC atau bambu ke dalam tanggul sehingga kedua ujungnya terbuka. Posisi bambu atau pipa PVC mendatar sejajar dengan permukaan tanggul. Salah satu ujung mencuat di atas permukaan kolam dan ujung lainnya mencuat pada sumber atau saluran air.

Pemasangan pintu pengeluaran dan bambu tidak berbeda dengan pintu pemasukan, tetapi posisinya dibuat miring ke arah dasar kolam. Untuk memudahkan pada saat panen, kolam ikan dengan pintu pengeluaran model ini perlu dilengkapi dengan pintu atau saluran pengurasan yang dibuat dari bahan yang sama tetapi dipasang di bawah pintu pengeluaran. Posisi pintu pengurasan ini mendatar sejajar dengan permukaan dasar kolam.

Pintu pembuangan air dari pipa PVC dapat dibuat dua model. Model pertama dibuat seperti pintu air dari bambu, dan model kedua dipasang dengan posisi mendatar pada kolam. Ujung pipa yang satu mencuat di bagian dalam pematang tepat di dasar kolam dan ujung lainnya mencuat di luar tanggul. Ujung pipa PVC yang mencuat di luar tanggul disambung dengan pipa siku dan disambung lagi dengan potongan pipa PVC setinggi tanggul kolam. Bila dilihat secara utuh, model pintu pengeluaran ini tampak seperti huruf L. Keuntungan pintu air model ini adalah dapat diputar ke kiri atau ke kanan sehingga ujung luar pipa pengeluaran air ini posisinya dapat diatur tegak atau miring. Dengan mengatur kemiringan pipa pengeluaran air ini, kedalaman air kolam dapat diatur sesuai dengan yang dikehendaki.

Jumlah dan ukuran pintu pengeluaran air disesuaikan dengan kapasitas air masuk. Minimal jumlah dan ukuran pintu ini sama dengan jumlah pintu pemasukan. Biasanya kolam yang cukup luas mempunyai dua buah atau lebih pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Letak pintu air ini disesuaikan pula dengan bentuk kolam dan letak sumber air ataupun saluran pembuangan. Letak pintu pemasukan dan pembuangan air yang ideal adalah bersilangan. Bila pintu masuk terletak pada bagian depan sisi kanan, maka pintu pembuangannya berada di bagian belakang sisi kiri.

Pintu pemasukan air pada tanggul kolam ikan permanen dibuat bersekat menggunakan jeruji besi berlapis. Pintu ini merupakan cekungan pada tanggul sebagai jalan masuknya air. Jeruji besi dipasang berjajar mencuat ke permukaan, agar dapat menahan sampah dan kotoran lain yang terbawa aliran air. Pada saat permukaan air di kolam sama tingginya dengan permukaan pintu pemasukan, saringan jeruji ini akan berfungsi sebagai perangkap ikan yang akan meloloskan diri.

Jeruji besi dapat diganti dengan kawat yang dianyam dan diberi bingkai bambu sebagai saringan. Pemasangan saringan pada pintu ini harus diberi patok pada sisi dalam cekungan agar cukup kuat menahan aliran air atau sampah yang terangkut. Patok ini dipasang pada sisi tegak dan masing-masing dipasang minimal 2 patok berseberangan. Pada cekungan ini dapat pula dibuat cekungan lagi dengan posisi membujur searah dengan posisi tanggul untuk menancapkan saringan air.

Pintu air lain adalah model monik, yang telah banyak digunakan dan memasyarakat. Pintu air model ini dapat berfungsi sebagai pintu pemasukan, pintu pembuangan, dan sekaligus pintu pengurasan yang dapat digunakan pada tanggul permanen maupun non-permanen (tanggul tanah).

Pintu air model ini dibuat secara permanen dari pasangan batu Bata, dan bangunan utamanya dibuat mirip dengan pintu pemasukan pada tanggul permanen. Bedanya pada pintu model monik adalah celah penyekat dibuat lebih dari satu, yang berfungsi untuk menempatkan papan-papan kayu yang disusun bertumpuk. Dengan cara ini, aliran air yang masuk maupun yang keluar dapat diatur. Demikian Pula ketika pengurasan kolam untuk panen tidak perlu merusak pintu air, tetapi cukup dengan melepas papan-papan penyekatnya saja. Untuk mengeluarkan sampah pun cukup dengan membuka salah satu potongan papan penyekat paling atas, sehingga tidak perlu masuk ke dalam kolam.

Membuat pintu monik pada tanggul tanah maupun permanen tidak berbeda. Pintu air ini berdiri tegak dari dasar kolam sampai permukaan tanggul. 

Saringan pada pintu air model monik dipasang di bagian bawah pelapis kayu pada sekat sisi dalam atau bagian atas pelapis kayu sisi luar. Untuk mempermudah pengambilan sampah yang mengotori kolam dan menyumbat aliran air, sebaiknya saringan dipasang pada bagian atas dari pintu air yang berada di sisi luar. Berbeda dengan pemasangan saringan pada pintu air dari bambu atau pipa PVC, saringannya dipasang pada bagian depan sesuai dengan arah aliran air.

Caren atau kemalir adalah parit yang berada di dalam kolam, yang pembuatannya termasuk dalam rangkaian pekerjaan penggalian tanah. Fungsi caren adalah untuk mempermudah penangkapan ikan ketika panen sekaligus tempat penimbunan endapan lumpur dan sisa-sisa pakan serta sebagai pengatur sirkulasi air di dasar kolam. Banyak petani ikan belum paham akan fungsi caren, sehingga terkadang dibuat secara sembarangan. Bahkan banyak ahli perikanan yang beranggapan bahwa fungsi caren sekedar untuk mempermudah penangkapan ikan ketika panen.

Bentuk dan ukuran caren harus disesuaikan dengan bentuk dan luas kolam. Caren adalah penyambung fungsi pintu pemasukan dan pembuangan. Salah satu ujung parit berfungsi sebagai muara pintu pemasukan dan ujung lainnya bermuara ke pintu pembuangan. Untuk mempermudah pembuatan caren perlu dibuatkan gambar konstruksi dahulu. 

Pada kolam yang luas, jumlah caren disesuaikan dengan jumlah pintu pemasukan. Kolam dengan 1 buah pintu pemasukan memerlukan 1 atau 2 buah caren dan sebaliknya. Sedangkan ukuran Caren menurut luas kolam dapat dilihat di bawah ini :
  • Luas kolam 100 m², luas caren yang ideal adalah 5 m²
  • Luas kolam 1.000 m², luas caren yang ideal adalah 75 m²
  • Luas kolam 10.000 m², luas caren yang ideal adalah 1.000 m²

Sabtu, 06 Juli 2013

BUDIDAYA IKAN LELE PENDEDERAN


Budidaya ikan lele pendederan adalah pemeliharaan benih ikan lele yang berasal dari hasil pembenihan hingga mencapai ukuran tertentu. Budidaya ikan lele pendederan dilakukan dalam dua tahap, yakni pendederan tahap pertama dan pendederan tahap kedua.

Pada budidaya ikan lele pendederan tahap pertama, benih ikan lele yang dipelihara adalah benih yang berasal dari hasil pembenihan berukuran 1-3 cm. Benih ini dipelihara selama 2-3 minggu hingga saat panen akan diperoleh ikan lele berukuran lebih kurang 3-5 cm per ekornya. Sementara itu, pada budidaya ikan lele pendederan tahap kedua, benih yang dipelihara berasal dari hasil pendederan tahap pertama. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari hingga diperoleh ikan lele berukuran 8-12 cm per ekornya. Budidaya ikan lele pendederan ini dapat dilakukan di jaring dan di kolam tanah atau kolam tembok.

BUDIDAYA IKAN LELE PEMBENIHAN SEMIINTENSIF


Budidaya ikan lele pembenihan semiintensif dilakukan tidak hanya dengan mengandalkan manipulasi lingkungan. Manusia lebih banyak ikut campur di dalamnya dengan beberapa sentuhan teknologi budidaya.


Salah satu kegiatan pokok atau kegiatan inti yang dilakukan pada budidaya ikan lele pembenihan semiintensif ini adalah induk yang akan dipijahkan (dikawinkan), baik jantan maupun betina, dirangsang terlebih dahulu menggunakan kelenjar hipofisa melalui penyuntikan. Jadi, pemijahan secara semiintensif tidak dilakukan secara alami. Keuntungan yang diperoleh dari budidaya ikan lele pembenihan semiintensif antara lain dapat diperkirakan jumlah produksi yang dihasilkan dan dapat diketahui saat telur ikan lele menetas. Selain itu, pemijahan dapat dilakukan kapan saja, bahkan di luar musim pemijahan. Jumlah produksi yang dihasilkan pun lebih tinggi jika dibandingkan dengan cara tradisional.


BUDIDAYA IKAN LELE PEMBENIHAN SECARA TRADISIONAL


Budidaya ikan lele pembenihan merupakan kegiatan awal dalam usaha ternak lele. Tanpa kegiatan pembenihan, maka kegiatan lain seperti, pendederan dan pembesaran tidak mungkin terlaksana. Kegiatan pembenihan ikan lele yang akan diuraikan disini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh para pelaku usaha pembenihan baik secara semi-intensif maupun intensif. Secara garis besar, kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemilihan induk ikan lele siap pijah, pemijahan, dan perawatan larva ikan lele atau benih.

BUDIDAYA IKAN LELE PEMBENIHAN SECARA TRADISIONAL


Kegiatan pembenihan ikan lele saat ini telah berkembang pesat, terutama di pulau Jawa. Kebanyakan kegiatan pembenihan ikan lele oleh petani masih dilakukan dengan peralatan dan cara yang sederhana. Biasanya hanya memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dengan harga yang terjangkau. Disamping itu, tenaga kerja yang digunakan cukup dengan memanfaatkan tenaga anggota keluarga petani yang bersangkutan.


BUDIDAYA IKAN LELE



Pada artikel ini akan dibahas mengenai cara ternak lele atau budidaya lele secara umum mulai dari pendederan sampai pembesaran. Untuk Pembenihan bisa dibaca pada artikel Budidaya Ikan Lele Pembenihan Secara Tradisional dan Budidaya Ikan Lele Pembenihan Semiintensif.


CARA TERNAK LELE MULAI DARI PENDEDERAN SAMPAI PEMBESARAN


Budidaya lele merupakan salah satu budidaya agribisnis yang perlu mendapat perhatian serius. Selain karena permintaan pasar untuk ikan lele sangat tinggi, baik konsumsi nasional maupun ekspor, budidaya lele juga bisa dilakukan di lahan sempit. Untuk informasi mengenai morfologi, syarat hidup, dan kebiasaan hidup ikan lele, bisa dilihat pada artikel Mengenal Ikan Lele


BUDIDAYA IKAN HIAS


BUDIDAYA IKAN HIAS

Ikan hias ternyata memiliki jumlah peminat yang sangat tinggi sehingga prospek usaha budidaya ikan hias memiliki peluang yang cukup bagus. Minat masyarakat terhadap ikan hias ini konon berawal dari kebiasaan orang mengurung ikan di pekarangan. Kebiasaan tersebut akhirnya menjadi hobi untuk memelihara ikan di rumah. Kini kegemaran orang memandang kecantikan ikan hias di pekarangan atau di dalam rumah telah berkembang menjadi peluang bisnis berskala internasional.

BUDIDAYA BEKICOT

BEKICOT (Achatina sp.)

Secara historis diperoleh kepastian bahwa bekicot merupakan hewan yang berasal dari Afrika Timur. Selanjutnya karena mudah berkembang biak, menyebar ke seluruh kawasan dunia, mulai dari kepulauan Bismark di Inggris, Birma, Ceylon (Srilanka), Cina, Hawai, Hongkong, India, Jepang, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Di negara kita bekicot pertama kali ditemukan tahun 1922 di Buitenzorg (sekarang Bogor) yang masuk melalui Singapura. Pada zaman Jepang bekicot banyak dimanfaatkan di beberapa daerah di negara kita untuk dimakan. Setelah masa kemerdekaan hewan ini sudah tidak dihiraukan lagi. Baru beberapa tahun terakhir ini bekicot mulai ramai lagi dibicarakan karena banyak mendatangkan keuntungan. Akhirnya bermunculanlah pedagang dan peternak bekicot yang semuanya ingin mereguk keuntungan.

Di dalam negeri umumnya bekicot masih dimanfaatkan untuk makanan ternak. Sedangkan di luar negeri seperti Prancis, Jerman, dan Jepang banyak yang memanfaatkan bekicot sebagai makanan. Dari segi protein, bekicot tidak kalah bila dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi, telur dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan bekicot, negara-negara tersebut perlu mendatangkan dari negara lain termasuk Indonesia. Keadaan seperti ini merupakan angin segar bagi peternak di Indonesia untuk membudidayakan bekicot secara intensif yang nantinya dapat diekspor. Di pasar internasional, sasaran ekspor Indonesia adalah Belanda, Jerman Barat, Kanada, Belgia, Luxemburg, Taiwan, Singapura, Hongkong, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan yang terbesar ke negara Escargot yaitu Prancis.

Program pemerintah adalah peningkatan produksi ekspor nonmigas. Oleh karena itu, dalam menunjang kebijaksanaan pemerintah dan juga dukungan terhadap program pembangunan perikanan dan peternakan, perlu diusahakan pola budidaya bekicot yang dapat dikerjakan oleh masyarakat luas dan dapat dijadikan lapangan kerja Baru.

BUDIDAYA CACING TANAH

CARA TERNAK CACING TANAH

Cacing tanah bukanlah hewan asing bagi kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Hewan yang tampak lemah dan menjijikkan ini seolah tidak ada manfaatnya sama sekali. Namun hewan ini memiliki potensi sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Dalam hubungannya dengan sejarah kelestarian lingkungan hidup dan peningkatan pangan dunia, peranan cacing tanah telah diketahui sejak dahulu kala. Seorang ahli filsarat Yunani, Aristoteles, banyak menaruh perhatian terhadap cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah adalah perutnya bumi. Pada tahun 69-30 SM, ratu cantik Cleopatra yang saat itu berkuasa di Mesir melarang bangsa mesir memindahkan cacing tanah keluar dari Mesir. Bahkan petaninya dilarang menyentuh cacing, sebab pada waktu itu cacing tanah dianggap sebagai Dewa Kesuburan.

Dalam catatan klasik Tiongkok, cacing tanah disebut Tilung atau Naga Tanah. Cacing tanah ini sudah sejak dahulu kala mereka gunakan dalam berbagai ramuan untuk menyembuhkan macam-macam penyakit. Seorang cendekiawan terkenal, Charles Darwin, telah menghabiskan waktunya selama hampir 40 tahun untuk mengamati kehidupan cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah sebagai mahluk penentu keindahan alam dan pemikat bumi.

Para petani juga telah mengetahui secara turun temurun bahwa tanah yang banyak cacing tanahnya kesuburannya meningkat. Luar biasa peranan serta sumbangan cacing tanah terhadap kehidupan manusia.

Manfaat Cacing Tanah

Dibandingkan dengan negara-negara lain,, seperti Amerika Serikat, Philipina, Jepang, Taiwan, Australia, serta beberapa negara Eropa, budidaya cacing tanah di Indonesia masih merupakan hal baru. Penggunaannya juga masih sangat terbatas. Tidak seperti negara-negara lain yang memanfaatkan cacing tanah selain sebagai pakan ternak atau ikan, juga untuk bahan obat, bahan kosmetika, pengurai sampah, bahkan sebagai makanan manusia, bahkan di Perancis cacing tanah dipergunakan sebagai campuran bahan makan di restoran-restoran terkemuka yang dikenal sebagai verne de terre, artinya makanan dari cacing tanah.

NUTRISI DAN PAKAN IKAN

Definisi pakan, fungsi pakan pada ikan, kebutuhan nutrisi pada ikan.

Definisi Pakan

Pakan adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak atau peliharaan. Istilah ini diadopsi dari bahasa Jawa. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhluk hidup. Pakan Buatan adalah pakan yang dibuat dengan formulasi tertentu berdasarkan pertimbangan pembuatnya. Pembuatan pakan buatan sebaiknya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan nutrisi hewan ternak yang bersangkutan, sumber dan kualitas bahan baku, dan nilai ekonomis. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, diharapkan dapat dihasilkan pakan ikan yang memiliki standar mutu tinggi dengan biaya yang murah.

KANDUNGAN DAN MANFAAT PISANG

BUAH PISANG

Buah pisang mempunyai kandungan gizi yang baik, antara lain menyediakan energi yang cukup tinggi dibanding buah-buahan lainnya. Pisang kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, besi, fosfor, dan kalsium. Disamping itu buah pisang juga mengandung vitamin B, B6, dan C serta mengandung serotin yang aktif sebagai neutransmitter untuk kelancaran fungsi otak. Bila dibandingkan dengan buah apel, nilai energi pisang jauh lebih tinggi, yaitu 136 kal/100 g, sedangkan apel hanya 54 kal/100 g. Karbohidrat pada pisang mampu menyuplay energi lebih cepat dibanding nasi dan biskuit, sehingga para atlet olah raga banyak yang mengkonsumsi pisang pada saat jeda istirahat untuk mengganti energi mereka.

PUPUK ORGANIK

PENGERTIAN PUPUK ORGANIK

Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan dasar diambil dari alam dengan kandungan unsur hara alamiah. Pupuk organik merupakan bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah. Dalam pemberian pupuk untuk tanaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu ada tidaknya pengaruh merugikan terhadap perkembangan sifat tanah, baik fisik, kimia maupun biologi serta ada tidaknya gangguan keseimbangan unsur hara tanah sehingga mempengaruhi penyerapan unsur hara tertentu oleh tanaman.

ASPEK PRODUKSI AGRIBISNIS PERTANIAN

Dalam agribisnis pertanian, aspek produksi perlu mendapatkan perhatian yang lebih dibanding aspek lain. Ini bukan berarti mengabaikan aspek lain, tetapi semata-mata karena komoditi yang dikelola adalah tanaman, makhluk hidup, yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan.

Dari tanaman yang ditanam akan dihasilkan produk untuk dijual ke pasar. Dengan demikian, mesin produksi dalam agribisnis pertanian ini adalah tanaman itu sendiri yang sifatnya sangat berbeda dengan mesin yang bekerja dengan bahan bakar. Oleh karena itu, penanganan aspek produksi ini harus hati-hati agar perusahaan dapat berproduksi sesuai dengan rencana. Aspek produksi agribisnis pertanian akan dibedakan menjadi perencanaan produksi dan pengendalian produksi.

CARA MERAWAT KOLAM IKAN

Merawat kolam ikan merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan. Di Thailand, keberhasilan budidaya ikan tidak lain karena konstruksi kolam dibuat menurut kaidah yang benar. Ikan gurami (Osphronemus gouramy) akan lambat pertumbuhannya bila dipelihara di kolam ikan yang dangkal, sedangkan ikan tawes (Puntius javanicus) lebih cepat tumbuh apabila dipelihara di kolam ikan yang dangkal. Pada umumnya ikan air tawar dan payau lebih cepat besar bila dipelihara di kolam ikan berbentuk segi empat sama sisi atau bulat dan kelangsungan hidupnya (survival rate) lebih tinggi bila dipelihara di kolam ikan yang dikelola dengan baik. Karena kurangnya informasi, pada umumnya kolam-kolam ikan milik petani dibuat tanpa mempertimbangkan konstruksinya. Kolam-kolam ikan yang mereka miliki tidak lebih dari cekungan (Jawa: kowakan) tanah berisi air yang dipergunakan untuk menampung ikan. Bahkan tidak sedikit petani ikan yang belum paham cara membuat kolam ikan.

BUDIDAYA BELUT


BUDIDAYA BELUT SAWAH UNTUK KONSUMSI

Budidaya belut memang belum banyak dilakukan secara kultur di kolam-kolam karena belut dianggap kurang diminati konsumen. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini belut sudah banyak dilirik oleh pelaku agribisnis. Pada artikel pendek ini, hanya akan dibahas budidaya belut sawah untuk konsumsi, dengan masa budidaya selama 2-3 bulan.

BUDIDAYA IKAN NILA


Peluang agribisnis perikanan kini banyak diburu masyarakat. Dari banyaknya komoditas perikanan di Indonesia, ikan nila dapat dikatakan memiliki prospek yang sangat besar. Sejak diperkenalkan tahun 1970, ikan ini terus berkembang dan semakin populer di masyarakat. Bahkan kepopuleran ikan nila dapat mengalahkan jenis ikan lain yang telah lebih dulu diperkenalkan di Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan nila, baik kebutuhan benih maupun kebutuhan ikan nila konsumsi, diperlukan pola pengembangan yang betul-betul terarah. Pola pengembangan tersebut meliputi beberapa subsistem budidaya ikan nila dari hulu sampai hilir. Hal ini ditujukan untuk mengurangi dampak negatif agar dapat dicapai target produksi optimal. Untuk itu diperlukan cara paling tepat guna mengatasi permasalahan budidaya ikan nila saat ini, yaitu :